Ad Home

Translate

Facebook

banner image

FB

Most Viewed

Showing posts with label cara beternak burung. Show all posts
Showing posts with label cara beternak burung. Show all posts

Wednesday, October 14, 2015

Cara Pasang Ring/Cincin di Kaki Burung Berkicau

Ring merupakan tanda permanen yang mempunyai nomor cincin yang mendeskripsikan atau berperan sebagai identifikasi serta menunjukkan burung yang sebenarnya ada dalam sesuatu silsilah.

Saat mengembangbiakan merpati pos perlu ada tanda pengenal spesial untuk membedakan burung satu serta yang lain yakni dengan pemasangan ring.

Dalam sesuatu perkumpulan umumnya juga diperlukan tanda pengenal ring ini sebagai syarat sesuatu lomba. Ring ini dipasang dengan permanen serta dipasang saat merpati pos tetap piyik.

Ring dipasang pada burung waktu berusia 5-12 hari, sesudah dipasangkan ring, jauhi mengembalikan burung ke dalam sarangnya induknya lagi. Yakinkan tangan dalam situasi steril untuk melindungi kesehatan burung.


Images by ArulMan
Cara pasang ring/cincin pada kaki burung berkicau
  1. Pegang kaki anakan burung dengan hati-hati dengan tidak terlampau menarik, yakinkan burung dalam situasi kenyang, hindari gerakan yang tidak di idamkan yang bisa menyebabkan perihal yang tidak di idamkan. 
  2. Masukkan ring pada 3 jari burung anakan yang sangat depan dengan perlahan. 
  3. Lantas geser berlahan keatas melalui jari ke empatnya dengan berlahan, bila ring sukar untuk digeser maka upayakan diberi pelicin handbody atau semacamnya, serta bila tetap sukar untuk digeser maka janganlah dipaksa bermakna umur burug telah terlampaui untuk diberi ring. 
  4. Bila tak ada kendala pada saat menggeser ring, geser ring sampai lepas dari jari ke empat. 
  5. Bila jari kaki ke empat sukar untuk dibengkokkan, upayakan untuk memutar ring dengan perlahan. 
  6. Yakinkan jari ke empat burung tidak terlilit ring. 
  7. Posisikan kaki pada posisi yang benar. 
  8. Cermati tiap-tiap hari serta yakinkan tak ada luka yang timbul karena gerakan pergesekan ring serta kaki anakan burung.

Friday, January 4, 2013

Cara ber Ternak Burung Kacer

Bukan hal baru lagi bagi para peternak burung. di bawah ini adalah Cara ternak kacer, adapun perihal yang butuh di perhatikan didalam ternak burung kacer merupakan seperti berikut :


  • Kandang ternak
Pembuatan kandang ternak merupakan ukuran panjang 90 cm lebar 90 cm serta tinggi 180 cm, dikarenakan ukuran tersebut sesuaikan dengan lebar strimin, tiap-tiap pembelian strimin memiliki lebar standar 90 cm. Untuk rangka kandang merupakan dari kayu balo, pemakaian kayu ini mengingat karakter kayu yang keras, yang tahan pada serangan rayap serta cuaca serta harga nya relatif lebih murah daripada kayu jati.

Kriteria yang ideal untuk ternak kacer adalah :
  • Tumbuh-tumbuhan
  • Kolam/ dapat diakali dengan cawan dari tanah liat / atau kaleng roti yang diisi air
  • Area makan serta minum
  • Pangkringan
  • Glodok sarangTulang sotong
  • Indukan burung
Indukan kacer memiliki dampak pada mutu anakannya, oleh karena itu, indukan kacer sebaiknya dipilih yang memiliki mutu bagus yang cirinya lebih kurang seperti berikut :
- Tidak cacat dengan fisik
- Wujud badan yang besar serta panjang
- Gerakkan gesit, enerjik, serta sorot mata tajam
- Sudah memasuki periode birahi ( kurang lebih diatas 10 bln. )
- Rajin berkicau

a. Indukan jantan dapat datang dari tangkapan muda rimba yang telah berusia kian lebih 10 bulan
b. Indukan betina diusahakan melacak indukan betina yang telah jinak, umumnya indukan betina yang telah jinak datang dari burung hasil penangkaran juga yang berusia lebih kurang 1 th. ke atas.

  • Penjodohan
Masukkan calon indukan jantan ke didalam kandang penangkaran, lantas masukkan calon indukan betina kedalam sangkar harian lantas tempel terus sangkar harian tersebut ke kandang penangkaran atau masukkan sangkar harian tersebut ke didalam kandang penangkaran, lantas diamati sampai ke-2 calon indukan terlihat akur, didalam perihal ini si jantan dapat berkicau terus-terusan serta ditanggapi oleh si betina yang hinggap di dasaran sangkar sembari ngleper-ngleper. jika telah ada sinyal tanda layaknya perihal tersebut baru si betina terlepas ke kandang penangkaran.

  • Periode bertelur
Setelah indukan digabung tidak sebagian lama betina dapat bertelur, umumnya burung kacer bertelur 2-3 butir, janganlah lupa senantiasa sediakan tulang sotong sepanjang sistem penjodohan dikarenakan tulang sotong amat menolong didalam sistem pembuatan cangkang telur agar kuat.

  • Pengeraman
Pengeraman pada burung kacer umumnya berkisar sepanjang 14 hari sejak telur pertama keluar.

  • Periode penetasan
Pengeraman telur sepanjang 14 hari, jadi telur dapat menetas. perhatian : untuk tahu apakah telur burung kacer telah menetas atau belum baiknya dengan lihat keadaan lingkungan kandang lebih kurang adakah sisa cangkang telur yang dibuang atau tidak, baiknya untuk untuk jaga-jaga sesudah usia pengeraman 10 hari tiap-tiap pagi mengeceknya, andai kata telah ada sisa cangkang yang dibikin segera berikan makanan tambahan berbentuk kroto fresh serta jangkrik.

  • Meloloh
Saat meloloh, cukup berikan makanan hidup ( jangkrik, belalang, ulat, kroto ) tiap-tiap pagi, siang saat 10 serta saat 2 serta sore hari. sampai dengan si anak keluar dari glodok serta akan makan sendiri.
umumnya anakan usia 3 minggu telah dapat keluar glodok, usia 4 minggu anakan telah studi makan dengan langkah turut mematuk-matuk jangkrik yang didapatkan dari induknya, namun untuk dapat makan sendiri usia 5 minggu. anakan kacer usia 3 minggu telah mulai keluar sarang

  • Mensapih anak
Mensapih anak saat, si anak telah akan makan sendiri atau saat si indukan telah mulai mematuki anak saat anak mendekat, itu tandanya si indukan telah akan bertelur lagi.
sesudah perihal tersebut, segera si anak disapih didalam kurungan tersendiri. untuk membiasakan si anak makan voor, tiap-tiap pagi serta sore diberi kroto yang digabung dengan voor halus. untuk burung hasil penangkaran amat gampang sekali membiasakan dengan voor.

Labels