Ad Home

Translate

Facebook

banner image

FB

Most Viewed

Showing posts with label Info burung. Show all posts
Showing posts with label Info burung. Show all posts

Thursday, January 14, 2016

Harga Jual Burung Prenjak Putih Terbaru di Surabaya

Menurut info yang kami terima, jumlah pengagum prenjak putih atau ciblek putih di surabaya alami peningkatan yang tajam hingga makin banyak keinginan dapat burung ini di pasar kupang surabaya. Kabar ini jadi angin segar untuk pedagang di sana lantaran dagangan mereka Prenjak Putih laku manis di pasaran, dibandingkan dengan 1 tahun yang lalu harga burung ini alami peningkatan tajam.

Menurut pantauan kami pada harga burung tersebut, pada tahun 2012 burung prenjak putih tetap ada pada kisaran harga Rp 25.000 s/d Rp 40.000 untuk bakalan muda hutan, namun diakhir tahun 2013 atau mendekati masuk tahun 2014 harga burung prenjak putih mengalami kenaikan yang benar-benar bagus, yakni jadi Rp 75.000 untuk yang tetap bakalan muda rimba.

Harga Jual Burung Prenjak Putih 

Kenaikan harga burung prenjak putih ini lantaran geliat lomba/latber burung prenjak juga benar-benar banyak, tak hanya dipakai untuk masteran, burung prenjak saat ini juga telah mulai dilombakan di sebagian arena latberan seperti Sawunggaling.

Sekarang ini burung Prenjak yang telah bunyi/gacor serta belum makan vour ada pada kisaran harga Rp 100.000 s/d Rp 150.000. namun yang telah ngevour serta atau cetekan dapat meraih Rp 300.000 sampai Rp 500.000.

Friday, March 29, 2013

Daftar kota disumatera yang mempunyai pecinta burung terbanyak


pasar<a href='http://xcult-xcult.blogspot.com/'> burung</a> bukittinggi sumatera barat
Memang hoby memelihara burung sedikit sedikit membutuhkan kesabaran daripada hoby hoby yang lain, namun hal ini tidaklah penghalang bagi sebagian orang yang memang suka dan mencintai hoby ini. berikut adalah daftar kota  yang mempunyai pecinta burung terbanyak yang dihimpun dari berbagai sumber 
  • Kota Bukittinggi : Didaerah bukittinggi agam, kita dapat melihat pasar burung di pasar bawah bukit tinggi. mereka berkumpul dipasar hampir setiap minggu .apakah itu untuk sharing, reunian maupun jual beli burung. begitu juga dengan kota kota lainnya. 
  • Kab. Dharmasraya
  • Kab. Kepulauan Mentawai
  • Kab. Lima Puluh Kota
  • Kab. Padang Pariaman
  • Kab. Pasaman
  • Kab.Pasaman Barat
  • Kab.Pesisir Selatan
  • Kab. Sijunjung
  • Kab.Solok
  • Kab. Solok Selatan
  • Kab. Tanah Datar
  • Kota Padang
  • Kota Padangpanjang
  • Kota Pariaman
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Sawahlunto
  • Kota Solok 
  • Kota Batusangkar
Hampir disetiap kota dan daerah dipulau sumatera ada yang memelihara burung, biasanya mereka hanya sekedar hoby dan hanya didaerah tertentu saja yang memelihara burung untuk skala usaha. mungkin dikarenakan faktor sosialisasi dan pengetahuan tentang caramemelihara, merawat dan  mengelola peternakan burung dengan benar itu masih dirasa kurang. 

Cara aman pengiriman burung antar pulau, propinsi via pesawat udara

Banyak yang bertanya-tanya mengenai cara pengiriman burung, baik itu pengiriman antar kota, antar propinsi, antar pulau bahkan untuk pengiriman antar negara. Ketidaktahuan ini menyebabkan kekecewaan, terutama bagi pedagang burung dan penghobi. Bagi pedagang burung jasa pengiriman ini memiliki peran vital dalam pengembangan usaha, semakin jauh jangkauan pengiriman yang dia miliki, akan memudahkan penjualan pedagang itu sendiri, jika tidak tahu cara pengirimannya, pedagang tak akan mengalami kemajuan, karna hanya pembeli lokal saja yang datang. Dan untuk penghobi, ketika dia traveling, tidak sengaja melihat burung yang bagus pasti ingin membeli tentunya dia memikirkan mau dibawa pulang pakai apa burung ini, pakai motor, mobil pribadi atau apa. Untuk itu ada baiknya pengalaman-pengalaman yang juragan dapat di lapangan (baik seller maupun pembeli) di sharing disini untuk menambah wawasan bagi yang lain. 


Cara Pengiriman Via Pesawat Udara
Cara Pengiriman Burung Lewat udara : Untuk membawa burung dengan pesawaat udara atau memaketkan burung dengan pesawat udara, prosedurnya hampir sama. Sama-sama harus mengurus ijin di Dinas Peternakan setempat (yakni Dinas Peternakan sesuai KTP pengirim/ pengurus) dan Bagian Karantina Hewan di bandara pemberangkatan serta harus sama-sama masuk dan tercatat di cargo. Bedanya, kalau pengiriman melalui paket udara maka nama dan alamat penerima disesuaikan dengan identitas diri (KTP dll) orang yang akan mengambil di gudang cargo bandara tujuan. Sedangkan kalau membawa burung dengan pesawat maka penerimanya adalah juga pengirimnya yang nantinya juga harus mengambil di gudang cargo dengan menunjukkan identitas diri sesuai dokumen pengiriman.

Caranya Sebagai Berikut:

1.  Pergi ke Dinas Peternakan setempat (sesuai KTP pendaftar), sampaikan niat anda untuk kirim burung. Nanti di tempat itu anda akan diminta mengisi formulir yang sudah tersedia, antara lain jenis burung, jumlah dsb… Di sini tidak ada tarif baku pembayaran. Ya sifatnya sukarela. Bisa 10.000 atau 20.000 tergantung kedermawanan anda.(Prosesnya sangat simpel dan cepat).
2. Urusan dengan Dinas Peternakan selesai, anda berangkat ke Bagian Karantina Hewan di bandara tempat anda mau mengirim burung. Di tempat ini anda akan mendapatkan secarik surat keterangan (surat karantina) dengan biaya tiap ekor burung tergantung kebijakan kantor setempat. Biasanya sekitar Rp.3.000 s/d Rp.5.000 tiap burung. (Proses sangat simpel dan cepat).
3. Setelah urusan selesai, anda bisa membawa burung dan surat keterangan itu ke Bagian Cargo Bandara untuk pengurusan pengepakan dan sebagainya. Biaya pengiriman dihitung berdasar volume tempat burung yang Anda gunakan.
4. Untuk pengiriman via jasa paket udara (di cargo), anda harus siap berkoordinasi dengan penerima burung di bandara tujuan pengiriman (teman, pembeli dsb) untuk menjemput burung di bandara. Pada saat di Bagian Cargo, anda akan mengisikan nama dan alamat penerima barang. Dengan membawa KTP atau identitas lain, si penerima bisa menunjukkan identitas dirinya ketika mau mengambil burung di bandara tujuan. Dengan demikian, untuk setiap kali pengiriman anda harus memastikan pesawat apa yang digunakan untuk pengiriman, jam kedatangannya di bandara tujuan dsb, sehingga begitu burung mendarat di bandara, teman atau pembeli burung sudah ada di sana sehingga burung tidak perlu berlama-lama di gudang cargo (bisa KO bila kelamaan). Sedangkan jika anda juga terbang bersama pesawat pembawa burung, maka nanti anda sendiri yang akan mengambilnya dengan menunjukkan identitas diri sesuai dokumen pengiriman burung.
  
Penting :

1. Siapkan burung dengan packing yang kuat tetapi berlubang sehingga burung bisa bernafas dengan leluasa. Usahakan volume wadah burung yang cukup tetapi tidak terlalu besar sehingga bisa menekan biaya.
2. Siapkan pakan padat misalnya pisang atau pepaya untuk burung pemakan buah, sayur untuk burung pemakan sayur dan canary seed (misalnya burung kenari), kroto atau jangkrk yang sudah dihilangkan kakinya untuk burung pemakan serangga.
3. Pilih pesawat dengan penerbangan paling awal, sebagai persiapan jika terjadi penundaan pemberangkatan sehingga ada kemungkinan burung tetap terkirim hari itu juga.
4. Pastikan jalur penerbangan yang anda gunakan aman dari kemungkinan penundaan penerbangan.
5. Jika Anda mengirim tanpa menyertai penerbangan pesawat pembawa burung, pastikan penjemput burung langsung menuju ke Gudang Cargo penerimaan barang begitu pesawat mendarat.
6. Berdoa semoga burung selamat sampai tujuan

Cara menangkap burung di alam

Bagi para penggemar burung tidaklah sulit bagaimana mendapatkan burung-burung yang akan dipeliharanya. Mereka cukup pergi ke pasar burung atau ke peternak burung. Bayangkan bagaimana para peternak burung atau penangkap burung menangkap burung dari alam guna mendapatkan bibit burung (indukan) burung?


Mohon dimengerti bahwa informasi di sini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk Anda menangkap burung di alam. Saya akan sedikit menjelaskan satu cara menangkap burung indukan dari alam -- sebagai pengetahuan bersama -- dengan cara menjeratnya dengan bubu/anyaman mirip tangguk untuk menangkap ikan. Yang membedakan hanya pada material pembuat bubu tersebut. Material membuat bubu untuk menangkap burung dibuat dari serat pohon pisang, yang selain kuat dan lebih halus ( tidak merusak badan/bulu burung) bahan serat pohon pisang tidak menimbulkan bau material seperti serat/benang buatan pabrikan yang membuat burung atkut masuk jerat karena bau material tersebut.

Berikut cara-cara menangkap burung dengan bubu serat pohon pisang sebagaimana sering dilakukan pemikat:
  • Mereka pergi ke hutan untuk mencaro sarang burung yang belum menetaskan telur atau sarang baru.
  • Bubu/jerat burung dipasang menyelubungi bagian dalam sarang burung. Waktu yang dipilih memasang bubu jerat adalah pagi hari ketka burung meninggalkan sarang.
  • Tali diikatkan melingkari tepi anyaman permukaan bubu tadi (persis seperti memasang sabuk pada celana dengan simpul jerat), ujung tali diikatkan pada ranting pohon dekat sarang, kira kira 10 cm dari pintu sarang.
  • Kemudian sarang dan ditinggalkan dan pada sore harinya dilihat untuk dilihat apakah burung sudah masuk perangkap atau belum.

Kisah burung lokal dan burung impor


Mengawali pagi dengan candaan burung-burung gelatik di pohon cemara, diringi suitan burung kacamata yang bergerombol mencoba menguasai pohon jambu airku dari burung cabe-cabe. dan tidak lama berselang dipinggir pagar yang penuh dengan pohon-pohon semak terlihat burung cici yang saling bertarung memperebutkan wilayahnya. Cuaca menjelang siang itu sangat cerah, suara - suara bening sang burung berkumandang diseluruh pelosok kampung. tak terkecuali burung kedasih yang mengalun lirih dari kejauhan. bersautan dengan kumandang kepodang yang mengimbangi suara merdu dari cipow yang sedang memasuki masa puber mencari pasangannya.

Kandang kandang burung yang menghiasi hampir di setiap sisi dan sudut dari rumahku. berjajara rapi mulai dari burung robin, hwamei, jalak hongkong, poksay hingga ke cucak rawa .. 
suaranya bergantian diselingi suara candaan burung beo niasku yang kupelihara dari piyikan..  

Tetapi itu dulu, suara ciblek yang dulu menghias halaman kini sudah lenyap ditelan bumi, kini suaranya berpindah ke kandang dan menjadi ringtone hp. Burung burung impor yang dulu merajai pasar burungpun seolah ditelan bumi digantikan burung-burung lokal yang kini sedang naik daun di arena latberan dan kontes-kontes burung. kegemaran akan burung berkicaupun menjadi tren baru, hampir setiap rumah yang aku kunjungi disitu terdapat kandang yang berisi burung kicauan. di setiap pelosok jalan pun tersebar pasar burung dadakan yang menjual burung-burung hasil tangkapan hutan, dunia pun menjadi terbalik Burung lokal yang dulu jaya di alam sekarang burung lokal jaya dikandangnya ,, lalu kemanakah burung - burung impor ?   

"Menjadi seorang kicau mania mungkin sebuah pilihan, tetapi merawat alam dan melestarikannya itu adalah kewajiban"

Sisi Lain Wisata Yogyakarta

Pasar  Bursa Tanaman Hias Yogyakarta ( PASTY)  merupakan bursa hewan dan tanaman hias yang ada di Yogyakarta. Pasar ini selalu ramai oleh kegiatan ekonomi dan ajang pencarian “bakat”. Hal ini tidaklah mengherankan karena menurut kepercayaan masyarakat Jawa, seorang laki laki akan sempurna hidupnya jika memilki 5 hal utama yaitu wisma (rumah), wanita (istri), turangga (kuda), curiga (keris), dan  kukila (burung peliharaan). Atas dasar hal inilah, maka bagi masyarakat Jawa, memiliki burung peliharaan bukan hanya merupakan bagian dari hobi, namun juga menunjukkan derajat mereka di masyarakat.
Pasar Burung ini dahulu terletak di bagian belakang dari Taman Sari. Daerah yang di kenal dengan nama Ngasem. Pasar burung Ngasem ini, menurut cerita nya sudah ada dari jaman dahulu. Ada yang mengatakan pasar Ngasem ini berumur lebih dari 2 abad. Hal ini di perkuat oleh foto arsip Belanda. Ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa pasar ini berdiri sejak tahun 1960. Terlepas dari perdebatan mengenai asal usul dari pasar ini, pasar burung ini menjadi bagian dari saksi sejarah perkembangan Yogyakarta.
Namun, pada tahun 2010, Pemerintah Daerah Yogyakarta memindahkan pasar ini sehingga pasar ini bergabung dengan bursa tanaman hias yang terletak di jalan Bantul Km 1 Dongkelan, Bantul. Alasannya karena para pedagang yang sudah semakin banyak, tentu saja membutuhkan tempat berdagang yang luas dan nyaman. Selain itu pasar ini dipindahkan karena telah menyebabkan kemacetan kawasan di sekitar Taman Sari pada saat transaksi berlangsung.
Saat saya sedang berkunjung ke pasar ini, saya menyaksikan interaksi antara pedagang dan pembeli.Para pembeli selain berasal dari Yogyakarta, ada juga yang berasal dari Semarang, Solo, bahkan dari Surabaya. Pasar ini sangat meriah, karena begitu kita menjejakkan kaki ke dalam pasar, maka kita di sambut dengan riuh rendah  kicauan burung yang saling bersahut-sahutan. Masing masing burung seolah-olah seperti sedang mengikuti ajang pencarian bakat, menunjukkan kebolehan mereka masing masing. Berbagai macam burung di jual di pasar ini, dari burung murai batu, kenari, kacer, perkutut dan cucak rawa. Dari harga lima ribuan hingga yang harganya jutaan ada di sini.
Pada hari minggu, pasar ini sangat ramai oleh para pengunjung. Ada yang mengadu kontes suara burung peliharaan mereka, dan juga ada beberapa pelancong dari manca negara yang berkunjung ke pasar ini.
Notes :
Untuk menuju pasar ini, dari Taman Sari ambil jalan lurus sampai bertemu pojok benteng yang ditandai dengan lampu merah. Dari lampu merah ini, kita ambil jalan lurus, sekitar lima ratus meter. Di kiri jalan, pasar burung ini berada.
Persiapkan uang tunai, karena di pasar ini, selain burung, kita bisa membeli anjing, kucing, reptil, bahkan landak, dengan harga yang bisa di tawar.
Di hari Minggu, kita bisa melihat pertandingan kecil antara para pemilik hewan peliharaan ini dan mendengarkan kicauan burung yang saling sahut menyahut
Biaya masuk pasar ini adalah gratis. Kita hanya membutuhkan Rp 1000 sebagai biaya retribusi parkir.


Berikut tanda-tanda burung muda hutan stress dan Pencegahannya


Berikut tanda-tanda burung muda hutan stress.
  • Mata sebagian ditutup.
  • Burung itu terlihat lemas.
  • Burung jatuh dari tangkringan hingga mati.
  • Bulu mengembung.
  • Berapa bagian badan dan paruh burung luka akibat menabrak sangkar / kandang.
Tanda-tanda tingkat stres kronis :
  • Hilang nafsu makan.
  • Penurunan berat badan terlihat kurus dan sayu.
  • Kelesuan.
  • mematuk-matuk bulu (bisa disebabkan oleh kutu).
  • Melukai diri sendiri.
Cara Pencegahan dan mengurangi stress pada burung muda hutan.
  • Jauhkan burung dari penyebab stress, untuk burung tangkapan hutan sebaiknya di pisahkan dari burung dan binatang lain.
  • Letakkan di tempat yang sepi dan tidak banyak gangguan.
  • Pasang krodong atau tutup dengan kertas koran (untuk menghindari burung kaget melihat anda / maksud saya melihat orang lain.
  • Jangan pernah memandikan burung, walaupun saat burung di berikan tempat minum burung terlihat mandi.
  • Burung dapat di mandikan jika burung sudah jauh lebih tenang dan lahap makannya, rata-rata jika burung telah di pelihara antara 5 s/d 8 minggu.
  • Beri makanan alami (EF). Jangan paksakan burung untuk memakan voer. biarkan burung makan seperti di habitatnya.
  • Jauhkan dari segala bunyi-bunyian.
  • Beri kecukupan makanan dan minuman.
  • Ingat makan dan minuman harus selalu fresh sebaiknya minuman di ganti setiap hari.
Jika burung sudah berhasil melawati masa-masa tersebut di atas, baru burung mulai di adaptasikan dengan lingkungan baru. Stress burung dapat menyebabkan kematian pada burung, maka bersabarlah dan telaten dalam merawat burung muda hutan.

Tanda-Tanda Stress dan Penanganan Pada Burung Muda Hutan (Murai Batu, Kacer dll)

Burung muda hutan yang kita beli relatif mudah menemui ajal (isdet). Tentu hal ini akan sangat menyebalkan kita. kesukaan kita pada burung yang kita pilih harus berakhir dengan matinya burung peliharaan. Biasanya burung-burung yang di beli dari pasar burung merupakan burung dalam kriteria muda hutan, kecuali kita membelinya sudah setengah jadi ataupun burung jadi (kaya barang aja).

Trus apa sih burung setengah jadi itu?. Dalam pengertian saya burung setengah jadi adalah burung yang sudah dalam kriteria telah di pelihara agak lama oleh pedagang, namun burung tersebut belum menunjukan tanda-tanda bunyi / berkicau. Biasanya burung setengah jadi sudah dapat mengkonsumsi voer. Lalu burung jadi?. untuk burung jadi masa pemeliharaan burung sudah cukup lama, sudah rajin berkicau (gacor) bahkan sudah mampu untuk di bawa ke lapangan, tentu nya burung ini sudah mengkonsumsi voer. Beberapa pencinta burung ada yang tidak mau burungnya mengkonsumsi voer, Hal ini terkai dengan karakter dan ketersediaan pakan alami di daerah pencinta burung itu berada.

Apakah pada burung setengah jadi dan burung jadi tidak dapat terjangkit stress?. Tentu dapat, hanya saja kemungkinan untuk stress sudah relatif kecil. Umumnya stress akibat perlakuan kasar, penyakit burung ataupun karena burung yang belum siap sudah di trek dengan burung mapan.

Stress terbesar terjadi pada burung tangkapan hutan (Muda hutan / MH). Stress akibat perubahan lingkungan dan kondisi burung. Lingkungan alam yang bebas digantikan dengan lingkungan sangkar yang terbatas, belum lagi karena proses transportasi burung yang umumnya di kirim melalui proses kargo yang di kirim secara rombongan baik melalui udara ataupun darat.

Bagi kita yang memiliki anggaran terbatas namun menginginkan burung-burung berkelas tentu pilihan muda hutan menjadi pilihan yang terbaik. Selain ciri-ciri burung yang banyak di ulas di internet yang terpenting adalah cari burung yang sehat. Berikut Ciri-Ciri burung sehat untuk tangkapan hutan ( Muda Hutan / MH ):
  • Bulu halus rapih dan tidak mengembung
  • Jika burung yang anda pilih memiliki banyak warna, cari burung dengan warna bulu yang paling cerah.
  • Burung gesit dan lincah. (giras : tentu karena burung belum beradaptasi dengan lingkungan yang baru)
  • Sorot mata burung tajam dan tidak sendu.
  • Hindari burung dengan cacat fisik seperti patah kaki, patah sayap, buta ataupun pengkor, dll.
  • Pilih burung yang sedang makan, karena mau makan merupakan gerbang menuju kesuksesan memeliharan burung muda hutan.
  • Tidak perlu harus yang bunyi, burung bunyi kadang-kadang karena sakit (jika burung tangkapan hutan).
  • Pilih yang memiliki postur badan yang kekar dan kuat.
  • Pilih burung yang tegak dan mencengkram kuat tangkringan.
  • Jangan memilih burung yang selalu berada di dasar kandang.
  • Pilih burung yang bertengger di tangkringan paling atas.
  • Sesuaikan dengan kriteria-kriteria burung prospek seperti banyak di ulas di berbagai blog soal burung.
Jika kita telah memilih burung seperti yang disebutkan di atas.  Burung sehat lebih mungkin untuk bertahan pada situasi stres sedangkan burung yang sakit lebih lama stress dan mati.

Semua burung tangkapan hutan pasti stress, karena mereka mengalami proses adaptasi dengan lingkungan baru. Penyebab stress disebabkan oleh satu faktor atau interaksi beberapa faktor, seperti kurungan dalam sangkar kecil atau buruk dirancang yang tidak memungkinkan burung untuk terbang, penuh sesak, gangguan oleh binatang lain, paparan cuaca ekstrem dan penanganan yang berlebihan atau kasar.

Wednesday, March 27, 2013

Pembasmian parasit burung secara menyeluruh


Sebenarnya yang disebut “kutu” adalah mengacu pada berbagai artropoda berukuran kecil hingga sangat kecil (wikipedia.com). Nama ini dipakai untuk sejumlah krustasea air kecil (seperti kutu air), serangga (seperti kutu kepala dan kutu daun), serta — secara salah kaprah — berbagai anggota Acarina (tungau dan caplak, yang berkerabat lebih dekat dengan laba-laba daripada serangga). Semua disebut “kutu” karena ukurannya yang kecil. Dengan demikian, pengertian awam istilah ini tidak memiliki arti taksonomi.

Dalam arti lebih sempit, kutu adalah serangga yang tidak bersayap dan berukuran kecil, yang dalam bahasa Inggris mencakup flea (kutu yang melompat, ordo Siphonaptera) dan louse (kutu yang lebih suka merayap, kebanyakan ordo Phtiraptera yangn semuanya adalah parasit). Dalam bahasa Indonesia keduanya tidak dibedakan, malah mencakup juga sebagian dari kerabat wereng (ordo Hemiptera) dan beberapa anggota ordo Coleoptera. Untuk menjelaskan, diberi keterangan di belakang kata “kutu”. Para biologiwan berusaha mendayagunakan kata tuma bagi kelompok Phtiraptera, walaupun menyadari terdapat kesulitan dalam penerapannya.

Berkaitan dengan aneka jenis serangga yang sebenarnya juga menjadi pengganggu burung, seperti caplak dan gurem (kremi) sebagai bentuk serangga yang lebih suka merayap dan bersifat parasit, sebaiknya kita memilih antikutu yang bisa mengatasi berbagai gangguan tersebut.

Saat ini telah diproduksi anti-kutu yang aman untuk burung tetapi manjur untuk membasmi bergagai jenis kutu, termasuk juga semut, parasit lain serta jamur (fungi) dan juga bisa digunakan sebagai antiseptik. Antikutu tersebut adalah FreshAves. Sesuai namanya, FreshAves ditujukan untuk membuat burung fresh atau segar karena terbebas dari semua jenis serangga pengganggu seperti kutu burung, caplak, tungau, gurem, semut dan parasit pengganggu lainnya.

FreshAves mengandung permethrine dan piperonyl butoxide. Permethrine dikenal sebagai pestisida yang aman yang sudah diujikan untuk penyemprotan nyamuk demam berdarah di berbagai wilayah di Indonesia. Berdasar ujicoba tersebut, permethrine terbukti mempunyai aktivitas insektisidal yang sangat tinggi baik untuk lalat, nyamuk, kutu dan insekta pengganggu yang lain, baik terhadap kecepatan kerja maupun efek residualnya. Dan yang lebih penting lagi, aman untuk hewan peliharaan dan manusia.
Sedangkan piperonyl butoxide merupakan sinergis dari permethrine, yakni berfungsi meningkatkan daya racun. Perlu diketahui, (zat) sinergis dalam insektisida bisa jadi tidak beracun tetapi bisa meningkatkan daya bunuh terhadap obyek. Contoh sinergis ini, selain piperonyl butoxide adalahsesamin (minyak yang berasal dari biji wijen).

Cara pengobatan pada kutu burung


Pengobatan:

1. Sebelum melakukan pengobatan, pastikan burung dalam kondisi sehat secara umum. Jangan melakukan pengobatan anti-kutu ketika burung sakit pilek dsb karena pada saat itu daya tahan burung sedang lemah. Dalam kondisi ini, kalau burung diterpa obat anti kutu dia akan mudah ngedrop karena obat tersebut minimal mengandung insektisida jenis tertentu yang bisa “memabukkan” burung.

2. Memilih obat.
Obat kutu ada dua. Kimiawi dan non-kimiawi.
a. Kimiawi adalah obat-obatan yang dijual secara umum dengan nama/merek yang berbeda-beda. Bentuknya juga macam-macam. Ada yang cair, serbuk juga pasta.
b. Obat yang non-kimiawi ada bermacam-macam, antara lain air rebusan daun sirih, air bekas cucian beras, air rebusan buah jambe (jarang dan sulit ditemukan) dll.

3. Penggunaan
a. Untuk penggunaan obat kimiawi:
baca aturan pakai yang tertera dalam kemasan dan ikuti secara disiplin. Jangan bereksperimen untuk menambah atau mengurangi dosis yang ditentukan kecuali Anda sudah memiliki pengalaman sebelumnya atau pernah mendapat informasi dari sumber/teman yang bisa dipercaya dan pernah mengaplikasikannya.

Perhatian: Untuk obat kimiawi, gunakan sebagaimana peruntukannya. Jangan gunakan obat kutu untuk anjing misalnya pada burung. Antikutu untuk hewan besar sangat beda konsentrasi zat beracunnya dibanding untuk burung. Kalaupun Anda akan mengurangi dosisnya dengan cara kira-kira, maka akan berisiko tetap kebanyakan (bisa menyebabkan burung kelenger…) atau kurang (bisa menyebabkan pengobatan tidak efektif dan juga membuat kutu resisten/kebal sehingga semakin sulit dibasmi).

b. Untuk pengobatan secara non-kimiawi:
i. Air daun sirih: rebus 7-10 helai daun sirih dengan air sebanyak 1 liter (4 gelas ukuran normal). Setelah direbus sampai air berwarna hijau gelap (1 liter) diangkat dan didinginkan Air itu bisa disemprotkan ke burung secara merata dan usahakan benar-benar bisa masuk sampai ke bulub terdalam. Paling aman, burung dipegang dan dimandikan secara langsung di tangan sehingga air sirih merata membasahi bulu tanpa banyak mengenai mata burung (kalaupun kena juga nggak apa-apa asal tidak keterpa terus-menerus). Setelah dimandikan air sirih, jangan dibilas dulu sampai sekitar 1-2 jam (agar kutu dan telornya benar-benar “tahu rasa deh” hehehe).

ii. Untuk air bekas cucian beras, gunakan sama dengan cara untuk air rebusan daun sirih. Sebenarnya, air cucian beras tidak bersifat racun tetapi bisa menembus lapisan lilin pada bulu burung. Artinya, dia hanya bersifat “merontokkan” /melepaskan “pegangan” telor dan kutu pada bulu burung. Dengan demikian, penggunaan air cucian beras harus dibarengi dengan upaya melepaskan kutu secara manual dari bulu (dengan cara ditekan dan seret bulu burung). Artinya, penggunaan air cucian beras bisa dikombinasikan dengan penggunaan air sirih sehingga pembasmian kutu benar-benar efektif.

Pencegahan terhadap serangan kutu pada burung


Kutu pada burung bisa menyebabkan burung kerja tidak maksimal (karena selalu pengin garuk-garuk, hehehe) selain itu juga bisa menyebabkan bulu burung rusak.
Sebenarnya banyak tips yang sudah ditulis oleh penghobi burung di berbagai media. Di sini saya hanya akan menggaris bawahi dan menekankan perlunya pencegahan, yang naga-naganya kurang diperhatikan.
Di antara penghobi burung ada yang menyarankan digunakan zat non-kimia, ada yang menyarankan pakai obat (kimia) merek tertentu untuk pengobatan. Masalah pengobatan memang perlu dibahas, tetapi pertama-tama yang ingin saya sampaikan adalah bagaimana mencegah agar burung tidak kutuan, disambung dengan masalah pengobatan.

A. Pencegahan:

  1. Pastikan bahwa semua burung yang Anda miliki bebas kutu. Kalau membeli burung baru, pastikan semprot dengan larutan anti-kutu sebelum dicampur/dekatkan dengan burung lain. Terlebih lagi, jangan langsung dimasukkan ke karamba umum (karamba yang dipakai bareng bergantian dengan burung lainnya di rumah Anda). Kalau memang kutuan, air bekas mandi burung tersebut pasti meninggalkan telor/kutu yang bisa menular ke burung lain yang juga dimandikan di karamba tersebut belakangan.  Kalau perlu sediakan karamba khusus burung baru dan yang bisa dipinjam teman ketika teman tersebut main ke rumah Anda untuk sekadar ngetrek bareng. Kalau memang tidak ada atau hanya tersedia satu, maka bersihkan sebersih mungkin dan semprot karamba yang habis digunakan oleh burung teman/burung baru itu dengan obat anti kutu.
  2. Sama dengan masalah karamba, juga masalah kerodong. Jangan saling tukar kerodong dengan kerodong “burung asing. Kalau dapat kerodong dari teman, pastikan juga dicuci bersih dan diobat anti kutu.
  3. Jangan minta voer/kroto/buah dll langsung dari wadah pakan burung milik teman/orang lain.  Seringkali kita membawa burung dan kebetulan voer-nya tumpah, dan biasanya kita minta barang sedikit ke teman dan langsung diambil-bagi dari wadah pakan burung teman kita. Ini juga potensial menjadi media penularan kutu (telor kutu), apalagi kalau wadah voer milik teman jarang dicuci/dibersihkan dan hanya main “tiup dan ganti voer”.  Singkat kata, hindari semua benda yang potensial membawa kutu dan telornya dari luar ke burung Anda.
  4. Rutin cuci kandang, tiap hari sekali atau sepekan sekali ketika burung Anda dimandikan di karamba. Untuk burung yang non-karamba, ya usahakan sedemikian rupa sehingga selalu bersih dan bebas kutu. Cuci dengan sabun antiseptik atau juga semprot berkala dengan antikutu.
  5. Jemur. Penjemuran, selain bermanfaat untuk burung, juga bisa meminimalisasi pengembangbiakkan jamur dan kutu di luar tubuh burung.
  6. Hindari kondisi lembab untuk lingkungan burung. Dalam hal sangkar misalnya, kalau dalam kondisi basah jangan langsung dimasukkan ke rumah. Keringkan, dan kalau perlu Anda punya hairdryer khusus sangkar/ peralatan untuk burung. Hairdryer akan sangat bermafaat kalau kita tidak sempat menunggu keringnya sangkar secara alamiah (sinar matahari) padahal pada saat yang sama sangkar (dan burungnya) harus segera masuk rumah.
  7. Lakukan penyemprotan rutin dengan obat kutu atau antiseptik ke benda-benda yang berhubungan dengan burung dan juga lantai jemurnya (kalau sering meletakkan burung di lantai) dsb.

Tuesday, March 26, 2013

Putih telur sebagai pengganti kroto

Pada jaman sekarang ini terasa uang tidak laku bila dihadapkan dengan kroto (telur semut rang rang), kita yang di daerah saja sudah sangat sulit untuk mendapatkan kroto apalagi di musim tanam dan panen raya padi karena sang Pemburu Kroto, hampir semuanya, beralih profesi menjadi petani musiman, “Hasilnya lebih besar ikut tanam padi apalagi nanti musim panen Pak, sekarang nyari kroto sudah susah dan rebutan pula” tutur sang Pemburu Kroto. Masih menurut penuturan mereka sekarang-sekarang ini seorang paling cuma dapat 3 maksimal 4 0ns kroto per hari saja dan itupun sudah muter-muter kemana-kemana, di samping itu kroto juga menjadi komoditas rebutan dengan Hobbies Memancing. Yang akan lebih merepotkan lagi dan tentunya tidak kita harapkan kalau sudah muncul kuliner “Pepesan Kroto”, kayak-kayaknya akan tambah repot dan harganya pasti tidak akan realistis lagi.

Nah untuk mengatisipasi keterbatasan stok kroto dan harganya yang fluktuatif terus melonjak kita, hobbies burung, harus bisa menemukan pengganti kroto sebagai alternatif supaya kita jangan selalu tergantung pada komoditas yang satu ini. Sebagai catatan saja dihabitatnya tidak ada burung murai batu yang berani menyerang sarang semut, emang mau di gebukin oleh pasukan semutnya?
Maksud saya disini bukan berarti kroto bisa tergantikan melainkan hanya sebatas sebagai alternatif saja apabila sewaktu-waktu kroto menghilang di pasaran.

Kandungan kroto itu di dominanasi oleh protein (latin) yang kalau diterjemahkan ke bahasa kita zat putih telur, nah kita cari saja sesuatu yang banyak kandungan proteinnya atau dari artinya saja “putih telur” yah yang paling gampang tentunya memilih telur ayam saja sebagai alternatifnya tetapi sesuai dengan namanya Protein=putih telur makanya yang kita ambil hanya putih telurnya saja, sedangkan kuning telurnya bisa kita gunakan untuk bikin brownis atau bahkan campuran nasi goreng. Terpakai semua alias tidak ada yang terbuang kan??? Burung kenyang kitapun manusianya juga ikut makan

Caranya kita pisahkan putih telur dari kuning telurnya, kemudian putih telur kita ambil/sedot pake alat suntik yang kapasitasnya 1 cc selanjutnya kita suntikan ke perut jangkrik melalui dadanya, cukup 2 atau maksimal 3 ekor jangkrik saja per harinya yang kita isi dengan putih telur itu sedangkan sisa jangkriknya kosong seperti biasa. Pemberian putih telur ini cukup 2 hari 1 kali saja. Bisa di bayangkan 1 butir telur bisa di pake untuk berapa ekor murai batu tuh??? Memang agak sedikit, sekali lagi cuman sedikit saja lho, ribet untuk mengerjakannya tapi kalau dibandingkan dengan muter-muter nyari kroto kesana kemari di tambah lagi setelah itu proses membersihkan krotonya kayaknya lebih praktis yang alternativnya.

Labels