Ad Home

Translate

Facebook

banner image

FB

Most Viewed

Showing posts with label Burung parkit. Show all posts
Showing posts with label Burung parkit. Show all posts

Monday, February 8, 2016

Tips Merawat Burung Parkit Agar Cepat Bertelur


Membuat burung parkit cepat bertelur nyatanya bukan sesuatu hal mudah. Bukannya bertelur tips merawat burung parkit agar cepat bertelur dalam waktu yang cepat.


Namun yang kerap terjadi adalah induk burung parkit malah menjadi berantem lalu akhirnya mati. Mungkin permasalahan seperti ini pernah juga terjadi pada sobat burung, yang ingin mendapatkan telur burung parkit. Nah, lalu bagaimana caranya agar parkit cepet bertelur? Berikut adalah


  • Bakalan burung parkit yang baru ditempatkan di dalam kandang, pastinya membutuhkan penyesuai terhadap lingkungannya yang baru. Agar proses ini berhasil, coba campur air minum dengan obat penghilang stres yang banyak dijual di pasar burung disekitar tempat tinggal anda atau dengan cara lain yaitu mencampurkan gula merah/gula jawa supaya staminanya tidak merosot. 
  • Dalam waktu seminggu 2 kali, beri induk/ bakalan burung parkit dengan ramuan penyubur, seperti: taoge, kangkung, serta jagung muda secara bergantian setiap harinya. Perlakuan seperti ini harus rutin dilakukan agar burung cepat bertelur.
  • Jangan lupa, supaya stamina burung parkit tetap fit selama masa kawin, berikanlah tumbukan daun kemangi pada pakan pelet burung parkit. 
  • Nah, Apabila semua sudah terpenuhi dan induk/bakalan parkit merasa nyaman, maka mudah-mudahn setiap induk betina burung parkit dapat kawin serta akan membuahkan 3 sampai dengan 8 butir telur parkit.

Friday, January 8, 2016

Cara Mudah Melatih Burung Parkit Berbicara

Burung parkit bisa bicara atau mengikuti suara yang mereka dengar dari lingkungan sekitarnya. melatih burung parkit bicara tidaklah perkara yang terlampau sukar dan tidak memerlukan saat terlampau lama.

Tetapi, kekuatan ini tidak di dapat dengan cara otomatis. Parkit butuh dilatih supaya dapat menirukan beragam suara. Untungnya,

Berikut merupakan beberapa langkah yang mesti dikerjakan untuk melatih parkit mahir menirukan beragam suara:

  • Mulai melatih parkit berbicara waktu parkit berumur muda. Sama seperti manusia, makin muda umur parkit, makin gampang untuk dilatih. Parkit yang lebih muda barangkali bernilai lebih mahal, namun tambahan ekstra cost pasti dapat berikan hasil yang lebih maksimal.  
  • Areakan kandang dimana parkit bisa mendengar beragam suara seperti di dapur atau area keluarga. Tetapi demikian, parkit juga mesti di buat nyaman. Jauhkan dari jangkauan anak-anak yang dapat condong menakuti parkit. Sesudah parkit merasa nyaman dirumah barunya, kursus dapat lekas diawali. 
  • Awalilah mengajari parkit dengan kalimat yang diawali dengan konsonan daripada vokal, contohnya ‘halo’. Berbicaralah perlahan serta jelas. Anak-anak dapat menolong dikarenakan suara suara yang lebih lebih tinggi dari wanita serta anak-anak membikin parkit lebih gampang belajar. 
  • Sesudah parkit menguasai sebagian kata dasar, coba untuk mengajarkannya rangkaian kata atau frase, contohnya “Selamat pagi! ”. Asosiakan frase ini dengan gerakan spesifik contohnya sembari mengangkat kandang atau letakkan muka di depan kandang. Asosiasi ini dapat membikin parkit belajar menghubungkan kata dengan gerakan spesifik. 

  •  Burung Parkit 
  • Latih kembali kalimat yang telah dikuasai parkit. Burung parkit dapat melupakan kata yang telah dikuasainya bila lama tidak dilatih. Terus ulangilah beragam kata atau frase walau burung Anda sudah sukses menguasainya. 
Tips lain di luar itu adalah bersabar! Karena kekuatan belajar parkit berlainan dari satu dengan yang lain. Dengan kesabaran, Anda dapat beroleh hasil yang di idamkan. Sesudah parkit belajar bagaimana bicara, coba bereksperimen dengan suara lain (mis: suara sirene) untuk lihat seberapa jauh kekuatan parkit mengikuti suara. Latih cuma satu parkit pada satu saat alih-alih melatih sebagian parkit berbarengan supaya hasil lebih maksimal. #Amazine.

Sunday, September 20, 2015

Cara Ampuh untuk Menjinakkan Burung Parkit

Sekilas burung parkit suka hidup berkoloni serta amat gampang sesuaikan diri dengan lingkungan. Namun demikian kita pegang, terlebih burung yang amat jarang ada dekat dengan manusia, maka tidak jarang berontak apalagi menggigit. Itu yaitu reaksi lumrah serta alami. Tetapi sesudah kita tahu trik-trik menjinakkannya maka perihal itu dapat berbalik kondisinya. Si cantik paruh bengkok dapat bersahabat dengan kita.

Yang perlu kita kenali pada mulanya bahwa burung parkit tetaplah memiliki naluri alaminya. Nah tersebut yang perlu kita fahami supaya dapat memberlakukan burung parkit sebagaimana tentunya serta tidak seluruh burung memiliki karakter yang sama hingga kita mesti jeli memastikan pilihan terutama apabila kita beli di pasar burung dengan acak.

Burung Parkit
Kebetulan saya beli di pedagang burung dekat tempat tinggal. Di kandang yang ada beberapa puluh parkit dengan warna bermacam dan type kelamin tidak dipisah pada jantan serta betina jadi tantangan tersendiri. Nah agar to the point berikut beberapa langkah mulai menentukan serta langkah menjinakkan burung parkit sebelum saat dilatih dengan sebagian ketrampilan spesifik.

Tips Memilih Burung Parkit Yang Berkualitas Baik
  • Tetapkan warna burung parkit kesukaan kita. 
  • Tentukan kondisi burung yang sehat. 
  • Struktur bulu burung yang memiliki ciri gampang dijinakkan memiliki tektur yang lembut. Burung yang bulunya bertekstur kasar umumnya mempunyai perangai agak liar. 
  • Tentukan usianya yang agak muda, janganlah terlampau tua. Tanda-tanda parkit yang tua dapat dilihat dari struktur atau sisik kaki yang tampak amat kasar serta gelap. Demikianlah juga paruhnya yang mulai terkikis ( geripis ) serta amat gelap. Ciri parkit yang tetap muda sisik kakinya lebih halus serta fresh. Demikianlah dengan warna paruhnya lebih cerah. 
  • Bila kita menentukan yang tetap anakan. Mungkin saja point bagus. 
  • Type kelamin jantan umumnya lebih gampang dijinakkan/dilatih. 
Tips Menjinakkan Burung Parkit 
  • Sesudah beli burung dari pedagang burung maupun petshop burung segera dimandikan gunakan tangan. Usapkan air dengan perlahan serta penuh kasih sayang. Janganlah perlakukan dengan kasar. 
  • Jika telah basah kuyub usap pelan-pelan tubuh burung parkit dengan sentuhan lembut. Lantas cobalah taruh di jari telunjuk kita supaya bertengger. 
  • Pada masalah spesifik ada burung yang segera bertengger tenang sembari menata/menyulam bulu-bulunya supaya rapi serta cepat kering. Tetapi ada juga yang tetap celingak-celinguk/bingung serta pingin pergi atau kabur dari tenggeran jari telunjuk kita. Untuk karakter burung yang layaknya itu baiknya segera dimasukkan kandang terlebih dulu serta diulangi lagi untuk besok harinya. 
  • Untuk burung parkit yang telah dapat tenang diatas tenggeran jari telunjuk dapat kita cobalah tawari makanan kesukaannya berbentuk milet putih/merah, biskuit, jewawut, tauge maupun yang lain. Apabila ia merespon tandanya burung itu telah mulai jinak. Namun apabila belum janganlah putus harapan. Biarlah sebagian waktu supaya tenang diatas tenggeran jari telunjuk. Sesudah itu masukkan kandang. 
  • Pada saat penjinakkan untuk burung-burung yang belum akan mengambil makanan dari tangan kita, kandangnya cukup kita beri air minum saja tanpa makanan. Dengan tujuan agar rasa lapar si burung berikan keberanian untuk mengambil makanan dari tangan kita segera. Umumnya perlu waktu hari sesudah sedikit puasa burung parkit mulai terpaksa akan mengambil makanan/biji milet segera dari tangan kita. 
  • Pada saat tetap melakukan masa penjinakan burung mesti makan dari tangan kita segera hingga ia dapat sesuaikan atau beradaptasi dengan kita dengan cepat. 
  • Sebelum saat burung benar-benar jinak maka janganlah diberi makan segera dari tangan tanpa dalam kondisi basah/dimandikan sampai basah kuyub. Tujuan supaya burung tidak kabur atau terbang. 
  • Apabila dalam kondisi basah umumnya ia dapat tenang serta repot mengurusi bulu-bulunya yang acak-acakan dikarenakan air. Di waktu itu peristiwa cocok untuk melatih supaya ia akan makan pemberian dari tangan kita segera. 
  • Apabila telah akan makan segera dalam kondisi basah biarlah sampai kering sembari kita suapi makanan kesukaannya. 
  • Sesekali perintahkan burung supaya beralih tenggeran dari jari telunjuk kita yang satu ketelunjuk kita yang lain. Apabila ia akan lakukan beri suapan hadiah untuknya. Demikian selanjutnya. Serta janganlah lupa setiap saat berikan suapan sebut namanya supaya punya kebiasaan dengan perintah itu. 
  • Kerjakan berulang-ulang sampai si burung parkit benar-benar jinak. 
Tanda Burung Parkit yang Telah Mulai Jinak 
  • Akan bertengger tenang diatas jari telunjuk atau tangan kita. 
  • Akan makan segera biji-bijian dari pemberian tangan kita. 
  • Tidak gelisah serta pingin kabur. 
  • Merespon tiap-tiap panggilan namanya
Sumber :

Tuesday, September 15, 2015

Memilih Pakan Sehat untuk Burung Parkit

Dalam setiap memelihara makanan merupakan perihal yang penting dikarenakan menyangkut paut dalam kelangsungan hidupnya. Untuk anda pemelihara burung parkit baiknya janganlah seandainya berikan makan. Ketahui makanan nya supaya gisi serta keperluan mineral burung ini tercukupi.


Burung parkit terhitung di antara type burung yang tidak terlampau rewel makannya. Apabila telah terlampau lapar makan kayu sangkarpun dapat digerus untuk melampiaskan rasa laparnya. Makanan pokok burung parkit yaitu biji-bijian kecil layaknya jewawut, millet putih, millet merah, jagung muda, beras merah serta sebagian jenis biji-bijian yang lain.




Dikarenakan itu ada panduan spesial disaat menentukan pakan burung yang paling disayangi kita tersebut: 
  1. Tentukan makanan yang tetap fresh atau yang tetap fresh. Ciri-cirinya layaknya warna pakan layaknya millet atau jewawut yang tampak cerah serta benar-benar diisi. Jauhi makanan yang lama dikarenakan perihal tersebut dapat kurangi gisi serta mineral didalam makanan tersebut 
  2. Apabila menentukan pakan kiloan dari pedagang segera sebaiknya pakan tersebut kita seleksi dengan langkah direndam air sebentar hingga biji-bijian yang kosong mengapung di atas hingga dapat kita saring serta buang. Biji-bijian yang baik dapat tenggelam. Sesudah perendaman segera kita saring serta jemur dengan panas matahari dengan tujuan supaya pakan tersebut dalam situasi kering dalam penyimpanan untuk hindari jamur. 
  3. Langkah lain yakni sesudah kita rendam/cuci biji-bijian tersebut kita sangrai ( digoreng tanpa minyak ) sembari kita imbuhkan sedikit garam mineral/dapur maupun vit. ( supplemen tambahan ). Perihal ini dapat menambah nilai gisi pada makanan burung parkit. 
  4. Bila kita menentukan pakan yang telah jadi/bentuk kemasan tinggal kita berikanlah dengan segera. Makanan tambahan berbentuk sayuran layaknya tauge atau jagung muda amat disukai parkit. Makanan tersebut dapat kita berikanlah 1 minggu sekali untuk mengimbangi kecukupan gizi si centil warna-warni. 
  5. Satu lagi yang tidak kalah penting yakni pemberian grid atau batu mineral yang dapat di ambil dari kulit sotong maupun tumbukan batu bata merah. Tujuan pemberian grid ini supaya berikan keperluan mineral untuk si parkit sekalian menolong sistem pencernaannya. Dalam arti perburungan ngasin/asinan. 
  6. Butuh diingat bahwa pakan yang berjamur amat beresiko untuk kesehatan burung parkit. Lantas senantiasa cermati kondisi makanan burung parkit tersebut.
Sumber :

Tuesday, March 26, 2013

5 Tips melatih burung parkit berkicau


Burung parkit dapat berbicara atau meniru suara yang mereka dengar dari lingkungan sekitar.

Namun, kemampuan ini tidak didapat secara otomatis. Parkit perlu dilatih agar bisa menirukan berbagai suara.

Untungnya, melatih burung parkit berbicara bukanlah perkara yang terlalu sulit serta tidak membutuhkan waktu terlalu lama.

5 Tips melatih burung parkit berkicau
Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membuat parkit mahir menirukan berbagai suara.
  1. Mulai melatih parkit saat masih berusia muda. Sama seperti manusia, semakin muda usia parkit, semakin mudah untuk dilatih.  Parkit yang lebih muda mungkin berharga lebih mahal, tapi tambahan ekstra biaya tentu akan memberikan hasil yang lebih optimal.
  2. Tempatkan kandang di mana parkit dapat mendengar berbagai suara seperti di dapur atau ruang keluarga.  Namun begitu, parkit juga harus dibuat nyaman. Jauhkan dari jangkauan anak-anak yang akan cenderung menakuti parkit.  Setelah parkit merasa nyaman di rumah barunya, pelatihan bisa segera dimulai.
  3. Mulailah mengajari parkit dengan kata-kata yang dimulai dengan konsonan ketimbang vokal, misalnya ‘halo’. Berbicaralah perlahan dan jelas.  Anak-anak bisa membantu karena nada suara yang lebih lebih tinggi dari wanita dan anak-anak membuat parkit lebih mudah belajar.
  4. Setelah parkit menguasai beberapa kata dasar, cobalah untuk mengajarkannya rangkaian kata atau frase, misalnya “Selamat pagi!”.  Asosiakan frase ini dengan gerakan tertentu misalnya sambil mengangkat kandang atau meletakkan wajah di depan kandang.  Asosiasi ini akan membuat parkit belajar menghubungkan kata dengan gerakan tertentu.
  5. Latih kembali kata-kata yang sudah dikuasai parkit. Burung parkit bisa melupakan kata yang sudah dikuasainya jika lama tidak dilatih.
Terus ulangi berbagai kata atau frase meskipun burung Anda telah berhasil menguasainya.
Tips Tambahan
Bersabarlah! Kemampuan belajar parkit berbeda-beda dari satu dengan lainnya. Dengan kesabaran, Anda akan memperoleh hasil yang diinginkan.
Setelah parkit belajar bagaimana berbicara, cobalah bereksperimen dengan suara lain (mis: suara sirene) untuk melihat seberapa jauh kemampuan parkit meniru suara.
Latih hanya satu parkit pada satu waktu alih-alih melatih beberapa parkit bersamaan agar hasil lebih optimal.

Tanda tanda burung parkit betina akan segera bertelur

Tidak selalu mudah untuk mengetahui tanda apakah burung parkit betina sedang hamil dan siap bertelur. Tidak seperti binatang lainnya, parkit tidak memiliki tanda spesifik saat hendak bertelur. Jika parkit betina sudah dikawinkan, amati berbagai gejala berikut untuk mengetahui apakah parkit sudah siap bertelur atau belum.

  • Bersarang
Amati apakah parkit betina mulai membuat sarang di kandang. Parkit biasanya membuat sarang dari berbagai material yang terdapat dalam kandang. Sarang ini dipergunakan sebagai tempat parkit menempatkan telur-telurnya. Jika parkit betina mulai membangun sarang, ini menjadi pertanda peliharaan Anda mungkin akan segera bertelur.

Bantu parkit mempersiapkan proses bertelur dengan memberikan berbagai material pembuat sarang seperti ranting atau rumput kering.
  • Gelisah
Perilaku parkit betina yang lebih gelisah atau tegang dari biasanya merupakan salah satu tanda bahwa si parkit mungkin akan bertelur. Parkit yang biasanya bertengger, saat sedang akan bertelur umumnya menjadi lebih sering tinggal di lantai kandang.

Jika hal ini terjadi dalam waktu lama, parkit mungkin mengalami kesulitan untuk bertelur. Cobalah menggosokkan sedikit minyak zaitun pada anus parkit sehingga telur lebih mudah keluar. Jika metode ini tidak membantu, mungkin Anda perlu membawa parkit ke dokter hewan.
  • Perubahan Fisik
Masa parkit bertelur umumnya hanya berlangsung sekitar dua hari sehingga tanda-tanda fisik umumnya tidak terlalu terlihat. Perut parkit betina yang hendak bertelur tidak selalu tampak membesar. Jadi, melihat perubahan perilaku umumnya lebih akurat dibanding melihat terjadinya perubahan fisik.

Kenali tanda tanda burung parkit yang sakit

Jika Anda memiliki peliharaan 'si cantik' parkit, maka Anda harus mengetahui dan mengenali setiap perubahan yang terjadi pada burung parkit peliharaan Anda.

Saat burung parkit Anda sakit, tentu akan berpengaruh terhadap tingkah lakunya. Penyebab burung parkit sakit diantaranya karena stres dan gizi buruk.


tanda tanda burung parkit yang sakit
Berikut ini tips mengenali tanda-tanda ketika burung parkit peliharaan Anda sedang sakit:
  1. Amati setiap perubahan perilaku, seperti parkit menjadi lesu, lamban, masalah keseimbangan, perubahan vokal, ketidakmampuan untuk bertengger, atau selalu berdiri di dasar kandang (tidak bertengger).
  2. Perhatikan jika burung parkit sering bersin, adanya cairan yang keluar dari mata atau hidung, perubahan warna mata, atau terjadi pembengkakan di sekitar mata.
  3. Amati perubahan dalam kebiasaan makan, seperti kehilangan nafsu makan, makan berlebih, atau penurunan berat badan.
  4. Perhatikan jika terdapat masalah pada bulu seperti perubahan warna atau bulu yang rontok diluar kebiasaan.
  5. Perhatikan tanda-tanda lain seperti mengi, muntah, atau mulut terbuka saat parkit tertidur. Perhatikan pula jika kepala parkit tampak sering mengangguk-angguk. Semua hal tersebut bisa menjadi indikasi parkit sedang sakit.
  6. Amati terjadinya perubahan pada kotoran yang meliputi perubahan warna dan konsistensi (kepadatan). Kotoran yang tidak seperti biasanya menunjukkan burung parkit sedang mengalami masalah kesehatan.
  7. Perhatikan setiap perubahan fisik yang meliputi pendarahan, pembengkakan kaki atau sendi, dan benjolan pada tubuh.
Jika Anda melihat gejala-gejala tersebut, segera lakukan tindakan pengobatan. Jika diperlukan bawa burung parkit ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Sumber :

Monday, March 25, 2013

Tips Menjinakkan Burung Parkit.


Berikut adalah tips untuk menjinakkan burung parkit
  • Setelah membeli burung dari pedagang burung ataupun  burung segera dimandikan dengan menggunakan tangan. Usapkan air dengan perlahan dan penuh kasih sayang. Jangan perlakukan dengan kasar.
  • Apabila sudah basah kuyub usap pelan-pelan tubuh burung parkit dengan sentuhan lembut. kemudian coba taruh di jari telunjuk kita agar bertengger.

Tips Menjinakkan Burung Parkit.
  • Pada kasus tertentu ada burung yang langsung bertengger tenang sambil menata/menyulam bulu-bulunya agar rapi dan cepat kering. Namun ada juga yang masih celingak-celinguk/bingung dan ingin pergi atau kabur dari tenggeran jari telunjuk kita. Untuk karakter burung yang seperti itu sebaiknya segera dimasukkan kandang terlebih dahulu dan diulangi lagi untuk esok harinya.
  • Untuk burung parkit yang sudah bisa tenang di atas tenggeran jari telunjuk bisa kita coba tawari makanan kesukaannya berupa milet putih/merah, biskuit, jewawut, tauge ataupun yang lainnya. Bila ia merespon pertanda burung itu sudah mulai jinak. tetapi bila belum jangan putus asa. biarkan beberapa saat agar tenang di atas tenggeran jari telunjuk. setelah itu masukkan kandang.
  • Pada masa penjinakkan untuk burung-burung yang belum mau mengambil makanan dari tangan kita, kandangnya cukup kita beri air minum saja tanpa makanan. Dengan tujuan supaya rasa lapar si burung memberi keberanian untuk mengambil makanan dari tangan kita langsung. Biasanya butuh waktu 1 hari setelah sedikit puasa burung parkit mulai 'terpaksa' mau mengambil makanan/biji milet langsung dari tangan kita.
  • Sewaktu masih menjalani masa penjinakan burung harus makan dari tangan kita langsung sehingga ia akan menyesuaikan atau beradaptasi dengan kita secara cepat.
  • Sebelum burung betul-betul jinak maka jangan diberi makan langsung dari tangan tanpa dalam kondisi basah/dimandikan hingga basah kuyub. Tujuan agar burung tidak kabur atau terbang.
  • Bila dalam kondisi basah biasanya ia akan tenang dan sibuk mengurusi bulu-bulunya yang acak-acakan karena air. Di saat itu momen pas untuk melatih agar ia mau makan pemberian dari tangan kita langsung.
  • Bila sudah mau makan langsung dalam kondisi basah biarkan hingga kering sambil kita suapi makanan kesukaannya.
  • Sesekali perintahkan burung agar berpindah tenggeran dari jari telunjuk kita yang satu ketelunjuk kita yang lainnya. bila ia mau melakukan beri suapan hadiah untuknya. begitu seterusnya. Dan jangan lupa setiap kali memberi suapan sebut namanya agar terbiasa dengan perintah itu.

Tips untuk mengenali burung parkit yang sakit

Berikut adalah tips mengenali ketika burung parkit peliharaan Anda sedang sakit:
  • Carilah setiap perubahan perilaku, seperti parkit menjadi lesu, lamban, masalah keseimbangan, perubahan vokal, ketidakmampuan untuk bertengger, atau selalu berdiri di dasar kandang (tidak bertengger).
  • Perhatikan jika burung parkit sering bersin, adanya cairan yang keluar dari mata atau hidung, perubahan warna mata, atau terjadi pembengkakan di sekitar mata.
  • Amati perubahan dalam kebiasaan makan, seperti kehilangan nafsu makan, makan berlebih, atau penurunan berat badan.
  • Perhatikan jika terdapat masalah pada bulu seperti perubahan warna atau bulu yang rontok diluar kebiasaan.
  • Perhatikan tanda-tanda lain seperti mengi, muntah, atau mulut terbuka saat parkit tertidur.
  • Perhatikan pula jika kepala parkit tampak sering mengangguk-angguk. Semua hal tersebut bisa menjadi indikasi parkit sedang sakit.
  • Amati terjadinya perubahan pada kotoran yang meliputi  erubahan warna dan konsistensi (kepadatan). Kotoran yang tidak seperti biasanya menunjukkan burung parkit sedang mengalami masalah kesehatan.
  • Perhatikan setiap perubahan fisik yang meliputi pendarahan, pembengkakan kaki atau sendi, dan benjolan pada tubuh

  • Pemilihan Bibit : Pilihlah bibit yang mimiliki gen yang bagus dan sehat. sehat ditandai dengan bulunya yang rapi dan kloakanya tidak ada kotoran yang menempel. biasanya kalau ada kotoran yang menempel dikloaka parkit menandaka burung itu sedang sakit.
  • Kondisi Kandang : Hindari kandang yang mempunyai kelembaban yang cukup tinggi karena burung parkit akan mudah terserang mencret dalam kondisi lingkungan yang lembab. sinar matahari harus selalu ada agar burung tetap sehat tapi jangan terlalu panas.
  • Makanan harus mempunyai kwalitas yang baik, kandungan gizi yang seimbang
  • Perawatan, Perawatan yang rutin adalan membersihkan kandang, karena kandang yang kurang bersih berakibat pada kesehatan burung yang akan menurun

Beberapa trik yang harus di ketahui dalam beternak burung parkit



Beberapa Tips dan Trik :

  • Makanan utama burung ini adalah millet atau juga bisa jewawut,otek,jagung muda,sayuran,beras merah.
  • .Jaga ketersedian pakan dan minum. Usahan dalam kondisi bersih terutama kandang.Suhu kandang harus normal, tidak panas saat siang hari, baiknya menggunakan  tap tembus pandang dan dipasangi paranet pertanian.
  • Buang makanan yang mulai busuk karena kelebihan dalam pemberian pakan terutama sayuran seperti tauge, jagung atau yang lainnya
  • Pilihlah induk Parkit yang berbeda warna.
  • Pilih yang kelihatan sudah cocok dengan pasangannya karena akan lebih mudah untuk ditangkarkan
beternak burung parkit
  • Sesuaikan besarnya kandang dengan jumlah pasangan agar tidak terlalu padat sehingga berakibat kurang baik bagi kesehatan burung termasuk merusak dari segi menikmatinya. ‘Rumah pribadi’ yang umumnya terbuat dari kayu randu berbentuk kotak menjadi syarat bagi setiap pasangan parkit.
  • Persiapkan pula kandang parkit cadangan untuk hasil perkembangbiakan apabila pasangan burung sudah mulai produksi.
  • Kandang burung parkit. Peluang Usaha Ternak Burung Parkit – Untuk masalah tempat indukan yang disediakan berbentuk seperti balok dengan ukuran( P x L x T : 2m x 1m x 1,5m ) tidak terlalu besar untuk disediakan bagi 15 pasang burung parkit
  • Ciri jantan dan betina burung parkit bisa dibedakan dengan mudah setelah usia 4 bulan. Jantan mempunyai ciri warna biru di bagian atas lubang hidungnya. Kalau warna di bagian itu putih kotor, krem atau coklat, maka bisa dipastikan itu berjenis kelamin betina
  • Pindahkan anak parkit yang telah berumur 30hari ke kandang anakan,setelah berumur 40-45 hari  anak parkit sudah siap untuk di jual ataupun dimasukkan ke kandang yang baru
  • Proses penjodohan dilakukan sebelum pasangan ditempatkan di kandangnya masing-masing. Setelah terlihat menjodoh, setiap pasangan dipisahkan untuk dimasukkan ke kandang produksi. Di dalam kandang sudah tersedia box sebagai tempat betina bersarang. Proses penjodohan hampir sama dengan lovebird. Kalau pasangan tidak menjodoh biasanya saling menjauh, maka secepatnya diganti pasangannya
  • Ciri-Ciri Jantan Dan Betina Burung Parkit
Ciri-ciri jantan dan betina:Parkit jantan berwarna biru yang kuat atau keunguan lembayung pada bagian hidung sedangkan betina berwarna putih atau biru tipis. Kepala jantan berbentuk bulat kompak agak besar dibandingkan betina.


Burung Parkit yang baik adalah burung yang aktif dan energik, nafsu makan banyak. Burung ini menginjak dewasa pada usia sekitar 90 hari, pada usia ini kebanyakan burung parkit akan mencari pasangannya dan memilih sarang yang disediakan untuk bertelur.

Pilihlah parkit yang sudah berjodoh. Burung parkit yang berjodoh ditandai dengan perilaku mereka yang saling berdekatan dan saling menyuap. Parkit jantan akan lebih banyak mengeluarkan suara berisik jika sudah menemukan pasangan.
Setelah bertelur sekitar 5-7 butir burung ini akan mengeram sekitar 15 hari, setelah menetas akan mengasuh anakannya 30-40 hari. Pada umur itu anakan mulai keluar dari sarangnya sedangkan induknya mulai bersiap untuk bertelur lagi

Sumber :

Beternak burung parkit

Mudah Beradaptasi


Parkit menyukai hidup berkoloni dan sangat mudah menyesuaikan di dalam kandang penangkaran. Biasa di alam bebas parkit berkembang biak pada bulan Oktober – Desember. Bila musim kawin sang jantan biasanya menyanyi dengan nada rayuan untuk memikat betinanya. Hingga pada saat saling ada kecocokan maka perkawinan akan segera berlangsung.



Berat telur parkit berkisar 2,5 gram/butir dengan jumlah telur rata-rata 6 butir/pasangan parkit. Burung inipun dikenal sangat setia dengan pasangannya. Bila si betina sedang aktif bertelur maka si jantan akan menunggu di luar sambil bersiul menghibur sekaligus akan mengusir apabila ada pengganggu mendekati sarangnya.



Anak burung parkit yang baru keluar dari cangkang telurnya berbobot rata-rata 2,35 gram dengan kondisi mata masih terpejam. Setelah umur sembilan hari barulah matanya terbuka.


Setelah umur 30 hari barulah anak burung parkit mulai siap meninggalkan sarangnya untuk belajar terbang. Namun meski sudah mulai terbang, sang induk biasanya masih menyuapinya hingga umur 40 hari. Setelah umur tersebut biasanya persiapan untuk perkawinan untuk generasi yang baru akan dilakukan.

Anak parkit mulai matang kelaminnya untuk melakukan perkawinan setelah berumur 90 hari. Si jantan yang cukup umur akan segera memikat betinanya dengan siulan mautnya untuk menjadi pasangan yang akan mengembangbiakan keturunannya.(www.agroburung.com)


Mudah ditangkar
Perawatan burung jenis ini relatif mudah. Kandang yang diperlukan tidak begitu besar meskipun untuk pengembangbiakan sekalipun. Ukuran 40 x 40 x 60 cm sudah cukup untuk memulai penangkaran. Sedangkan untuk pajangan keindahan ukuran sangkar umum sudah memadahi.
Tetapi karena sifatnya yang suka berkoloni dan keragaman warna yang bervariasi ini maka tak salah kalau kita menyiapkan ukuran kandang yang agak besar. Di samping kita bisa tempatkan beberapa pasang. Keindahan warni-warni parkit yang satu dengan yang lain akan sangat jelas(www.agroburung.com)

Sistem Sangkar (Kandang)

Sarana terpenting dalam budidaya parkit adalah sangkar. Biasa pula disebut dengan kurungan. Sangkang dibuat dari kawat ram/kawat ruji, pilihlah yang berkwalitas baik karena tahan lama.Ditinjau dari segi tujuannya maka sangkar parkit dapat dibagi menjadi 3 golongan yaitu :


1. Sangkar sistem Pasangan

2. Sangkar sistem beberapa pasangan
3. Sangkar sistem besar atau disebut voliere


1. Sistem sangkar pasangan

Yang dimaksud sistem sangkar pasangan ialah sangkar yang ukurannya relatif kecil untuk memelihara sepasang burung parkit. Ukuran kandang ini sekitar 40x30x30cm. Dari sistem ini diharapkan untuk memurnikan keturunan, menilai produktifitas induk, lahan terbatas/sempit. Keunggulan sistem ini adalah dapat menilai produktifitas induk, menghasilkan keturunan yang sesuai keinginan kita, Keturunan dan kesehatan lebih mudah terkontrol. adapun kelemahanya apabila memelihara dalam jumlah banyak pasti sangat kerepotan dalam pemeliharaannya, Modal banyak karena harus membuat banyak kandang, kurang efisien, produktifitas parkit umurnya lebih pendek.


2.Sistem sangkar beberapa pasang

Sangkar dibuat sedemikian rupa sehingga dapat untuk memelihara beberapa ekor parkit. Menurut pengalaman saya kandang ukuran 90x90x90cm cukup untuk menampung 4 pasang burung parkit. Kelebihan dari sistem ini adalah kesehatannya mudah terkontrol, keturunannya dapat dikendalikan. Sedangkan kelemahannya adalah memerlukan modal yang banyak apabila ingin membudidayakan parkit dalam skala besar karena kebutuhan kandang yang banyak, Kerepotan dalam memelihara karena harus mengontrol per kandang, produktifitas parkit umurnya lebih pendek.


3. Sistem Vilitere

Sistem volitere adalah sistem perkandangan yang di peruntukan untuk puluhan pasang parkit, sehingga kandang dibuat relatif besar agar burung parkit dapat bermain leluasa dikandang.Adapun kelebihan sistem ini adalah dapat menampung banyak parkit, hemat biaya apabila ingin memelihara dalam jumlah besar, produktifitas burung lebih lama. Adapun kelemahannya adalah butuh tempat yang besar, burung sulit dikontrol kesehatanya, Walaupun lama masa produksinya tetapi kwalitas dan kwatitas anakan cenderung lebih sedikit apabila dibandingkan dengan kedua sistem diatasya.

Menurutpengalaman saya kandang yang paling efektif adalah sistem beberapa pasang karena sistem ini adalah penggabuangan antara sistem volitere dan kandang pasangan, kesehatan dan keturunan burung mudah dikontrol, menejemen pemeliharaan tidak serepot sistem pasangan.

Sumber :

Sekilas tentang burung parkit

Burung ini memiliki sebutan latin yaitu Melopsittacus undulates. Melopsittacus berasal dari bahasa yunani, melos yang artinya nyanyian dan psittacua yang merupakan sebutan bagi kerabat burung betet. Sedangkan undulus dari bahasa latin yang berarti bercorak.

Parkit menyukai hidup berkoloni dan sangat mudah menyesuaikan di dalam kandang penangkaran. Burung parkit termasuk burung yang bisa jinak. Untuk membuat parkit jinak dengan pemiliknya diperlukan cara-cara khusus agar parkit jinak. Biasa di alam bebas parkit berkembang biak pada bulan Oktober – Desember. Bila musim kawin sang jantan biasanya menyanyi dengan nada rayuan untuk memikat betinanya. Hingga pada saat saling ada kecocokan maka perkawinan akan segera berlangsung.

Berat telur parkit berkisar 2,5 gram/butir dengan jumlah telur rata-rata 6 butir/pasangan parkit. Anak burung parkit yang baru keluar dari cangkang telurnya berbobot rata-rata 2,35 gram dengan kondisi mata masih terpejam. Setelah umur sembilan hari barulah matanya terbuka. Burung inipun dikenal sangat setia dengan pasangannya. Bila si betina sedang aktif bertelur maka si jantan akan menunggu di luar sambil bersiul menghibur sekaligus akan mengusir apabila ada pengganggu mendekati sarangnya.

Setelah umur 30 hari barulah anak burung parkit mulai siap meninggalkan sarangnya untuk belajar terbang. Namun meski sudah mulai terbang, sang induk biasanya masih menyuapinya hingga umur 40 hari. Setelah umur tersebut biasanya persiapan untuk perkawinan untuk generasi yang baru akan dilakukan.

Anak parkit mulai matang kelaminnya untuk melakukan perkawinan setelah berumur 90 hari. Si jantan yang cukup umur akan segera memikat betinanya dengan siulan mautnya untuk menjadi pasangan yang akan mengembangbiakan keturunannya.

Nah gini cara membedakan jantan betina, tgl liat hidungnya aja, kalau jantan agak kebiru-biruan dan posturnya-pun agak sedikit lebih besar, sedangkan yang betina sebaliknya.,.

Perawatan burung jenis ini relatif mudah. Kandang yang diperlukan tidak begitu besar meskipun untuk pengembangbiakan sekalipun. Ukuran 40 x 40 x 60 cm sudah cukup untuk memulai penangkaran. Sedangkan untuk pajangan keindahan ukuran sangkar umum sudah memadahi.

Parkit hidup berkoloni dan di alam bebas parkit berkembang biak pada bulan Oktober – Desember. Saat musim kimpoi sang jantan biasanya menyanyi dengan nada rayuan untuk memikat betinanya. Burung inipun dikenal sangat setia dengan pasangannya. Bila si betina sedang aktif bertelur maka si jantan akan menunggu di luar sambil bersiul menghibur sekaligus akan mengusir apabila ada pengganggu mendekati sarangnya.

Pesona burung parkit memang memukau berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, sekedar hobby, klangenan maupun sebagai ladang bisnis.

Di daerah Pasar sangat minim sekali pasokan burung parkit yang berkualitas. satu kandang hanya beberapa ekor burung parkit, itupun kurang banyak pilihan baik dari sisi warna dan kesehatan burung yang kurang prima.


Jadi sewaktu saya membeli di pedagang tersebut butuh waktu agak lama untuk mengamati kira-kira bakalan burung mana yang bagus untuk saya jinakkan. Karena dari beberapa diantaranya ada yang sakit-sakitan dan warna bulunya yang kusam seperti kurang terawat. Ketika saya tanya pada pedagangnya kenapa pilihan barang mereka terbatas, mereka menjawab karena kurang pasokan.

Jadi kalau merunut dari kesediaan pasokan sepertinya prospek bisnis burung parkit masih terbuka. Jadi peluang bisnis pengembangbiakan burung parkit cukup cerah.

burung parkit
Untuk membudidayakannya kita dapat mengetahuinya disini:
  • Perencanaan kualitas atau kuantitas hasil produksi burung parkit. Bila yang ditarget adalah kualitas maka perjodohan perlu seleksi khusus dari peternak burung parkit. Karena untuk mendapatkan pasangan burung parkit yang sudah serasi ini gampang-gampang susah. Biasanya mereka pilih-pilih pasangan. Nah kalau kita yang memilihkan disinilah dituntut kesabaran. Kadang yang kita pasangkan tidak mau akur. Bila yang ditarget adalah kuantitas maka itu bisa diabaikan dengan cara membiarkan parkit memilih pasangannya sendiri di kandang perjodohan masal.
  • Perhatikan umur parkit yang akan diternakan. Umur parkit yang sudah matang kelamin sekitar 90 hari. Jadi pemilihan umur parkit usia produktif sangat menentukan juga bagi keberhasilan budidaya burung parkit ini.
  • Seleksi sexing (penentuan jenis kelamin parkit). Pernah ada seorang yang menjodohkan parkit yang disangka satu pasangan (jantan dan betina) karena beli di pasar burung dan pesan ke pedagang burung parkit “beli satu pasang”. Tetapi ternyata hingga sekian lama tidak menunjukan pasangan parkit tersebut berjodoh, apalagi bertelur atau berkembang biak. Usut punya usut ternyata pasangan parkit yang dibelinya sama-sama jantan. Sepintas burung parkit dari postur antara jantan dan betina hampir sama. Tetapi yang bisa membedakan jelas bila parkit sudah dewasa adalah warna kebiruan pada tonjolan hidung burung parkit jantan. sedang betina cenderung berwarna semu putih.
  • Ukuran kandang harus disesuaikan dengan populasi pasangan parkit bila di lakukan secara penangkaran masal. Kelebihan sistim ini adalah biaya kandang jauh lebih murah dan praktis. Sedangkan kelemahannya adalah apabila salah satu burung sakit maka akan mudah menular kepada parkit yang lain. Sehingga terjadi kematian masal.
  • Pemilihan jenis pakan juga harus diperhatikan. Usahakan beli pakan yang benar-benar ‘berisi’. Ada kalanya di penjual pakan menjual stok dagangan yang terlalu lama sehingga banyak isi bijian tersebut kosong/kopong. Jadi pilih biji-bijian yang berbobot agar bisa memberi nutrisi yang cukup untuk burung parkit. Extra fooding berupa kecamba ,jagung muda ataupun sayuran juga bisa diberikan.
  • Grid/Asinan atau batuan meniral juga perlu disediakan untuk membantu pencernaan burung parkit. Asinan bisa di dapat dari tumbukan batu bata merah, genteng ataupun kulit sotong.
  • Kesehatan burung parkit juga akan berpengaruh pada perkembangbiakan.
  • Jaga ketersedian pakan dan minum. Usahan dalam kondisi bersih
  • Jangan lupa kebersihan kadang/sangkar tidak kalah penting.
Yang jelas budidaya parkit bukan sekedar hobby atau hiburan, tapi juga bisa menambah penghasilan.

Untuk mengembangbiakan burung parkit harus memperhatikan beberapa hal agar mendapatkan hasil yang maksimal didalam penangkaran. Ukuran kadang yang dibutuhkan sebenarnya tidak terlalu besar. Yang perlu diperhatikan adalah sistem penangkarannya secara khusus atau secara massal.

Penangkaran secara khusus dilakukan bila peternak menginginkan corak tertentu yang dikehendaki. Maka mengumpulkan beberapa pasangan patut dihindari. Penangkaran secara khusus tidak memerlukan kandang yang besar cukup ukuran 40 x 40 x 60 untuk satu pasangan dan satu kotak pengeraman.

Untuk penangkaran secara masal memang lebih irit tempat satu kandang bisa diisi beberapa pasangan termasuk kotak pengeraman. Hanya saja penangkaran ini kita lebih sulit untuk mengamati jenis atau corak khusus burung parkit yang kita inginkan. Termasuk juga dalam hal mengontrol kesehatan burung parkit. Karena itu ukuran atau besar kandang harus memperhatikan populasi pasangan parkit yang akan ditempatkan.

Disamping menyediakan kandang untuk penangkaran, kandang untuk menampung parkit yang sudah lepas sapih juga harus disiapkan. Kandang ini juga berfungsi sebagai kandang pembesaran plus penyeleksian bakalan burung parkit

Penyakit katarak yang menyerang burung parkit

Penyakit mata yang paling umum di parkit adalah katarak. Infeksi mata, bagaimanapun, umumnya gejala lainnya, malnutrisi sakit penyakit, atau toksisitas. Hal ini penting untuk menilai lingkungan burung sebelum mencari penyembuhan. Mata menangis, disertai dengan keluarnya cairan hidung atau merah, mata bengkak kelopak mata berkerak atau merupakan gejala dari masalah kesehatan parkit dan membutuhkan perhatian medis.

Katarak di Parkit
Burung adalah korban sering katarak dan parkit tidak terkecuali. Penyebab penyakit ini sering genetik tetapi dapat disebabkan oleh toksisitas dalam lingkungan burung dan trauma dari penyakit parah. Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh kekurangan gizi dan usia tua. Parkit dikurung yang mengembangkan katarak tidak sangat menderita dari gangguan penglihatan karena mereka tidak memiliki predator dan akrab dengan lokasi mangkuk pakan mereka.

Gejala Penyakit Mata Parkit Terkait dengan Konjungtivitis
Konjungtivitis adalah penyakit yang dapat mempengaruhi parkit. Gejala utama dimulai dengan warna merah, mata berair dan debit hidung. Sebagai kondisi memburuk pertumbuhan berkerak tebal mulai terbentuk di sekitar mata. Hal ini dapat, dalam kasus yang parah, benar-benar menutup mata. Penyakit mata ini dapat disebabkan oleh bakteri, jamur atau cedera mata. Hal ini disertai dengan masalah pernapasan. Pengobatan termasuk mengamati burung setiap hari untuk memastikan mereka makan dengan benar dan menjaga mereka dari stres. Seekor burung yang sakit harus diisolasi, dan pakan dan air mangkuk dicuci setiap hari. Obat dapat berlangganan dengan dokter hewan unggas.

Gejala blepharitis
Parkit tunduk pada kondisi yang dikenal sebagai belpharitis, yang merupakan peradangan pada kelopak mata. Ada banyak kemerahan dan iritasi pada kedua mata. Ada dua jenis blepharitis. Satu mempengaruhi bagian depan kelopak mata dan disebabkan oleh bakteri Staphylococcus. Daerah sekitar mata mungkin memiliki penampilan ketombe. Belpharitis posterior menyerang belakang kelopak mata dan merupakan jenis yang paling umum dari penyakit. Kelenjar minyak dalam mata terpengaruh dengan blepharitis posterior.

Pengobatan untuk Penyakit Mata
Sebuah parkit dengan masalah mata harus dilihat oleh dokter hewan unggas yang kemungkinan besar akan meresepkan salep mata untuk membersihkan mata. Tetes atau salep antibiotik steroid mungkin juga akan diresepkan untuk meringankan gejala. Namun, pemberi perawatan benar-benar harus memahami petunjuk pada menggunakan obat sejak penyalahgunaan dapat menciptakan lebih banyak masalah. Sebuah rumah obat sederhana dapat membawa bantuan yang diperlukan dengan menggunakan teh celup chamomile hangat diletakkan dengan lembut di mata parkit sekali atau dua kali sehari. Biarkan selama sekitar lima menit. Chamomile adalah baik anti-inflamasi.

Lingkungan
Burung, termasuk parkit, sensitif terhadap lingkungan mereka dan tidak boleh terkena racun seperti asap rokok dan bahan kimia rumah tangga. Merokok di ruangan yang sama dengan burung menyebabkan masalah mata menahun. Penggunaan bahan kimia rumah tangga yang kuat dapat memiliki efek yang sama tetapi juga dapat mempromosikan penyakit pernapasan dan bahkan kematian. Gizi yang baik sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh parkit ‘sehat untuk mencegah penyakit mata. Kebersihan dalam kandang dan sekitarnya, terutama di mana bertengger burung, adalah suatu keharusan. Parkit bertempat di sebuah kamar gratis dari angin dan bahaya lingkungan akan mampu menghindari penyebab penyakit mata.

Jenis jenis penyakit yang menyerang burung parkit

Kawan-kawan semua didunia ini kita pasti mengenal sakit, tidak hanya manusia,hewan pun juga dapat sakit.  Kali ini saya membahas tentang penyakit apa saja yang menyerang burung parkit kita.

Berikut daftar penyakit yang menyerang burung parkit:

A.Psittacose
Di Negara-negara eropa seperti : Perancis, Belanda, Inggris, Jerman, Belanda sering menyebutnya dengan istilah “Penyakit Burung Betet”. Memang sesuai namanya karena penyakit burung betet ini atau psittacose seakan-akan hanya menyerang burung betet atau burung paruh bengkok saja. Menjelang perang dunia kedua Negara-negara tersebut pernah dilanda penyakit ini dan hamper memusnahkan burung peliharaan dari berbagai keluarga paruh bengkok.
Penyakit ini disebabkan oleh viris yang dapat pula menyerang unggas. Ddalam tubuh burung virus ini dapat hidup sehingga bagi yang dihinggapi, tidak menunjukkan gejala penyakit akan tetapi tubuhnya lama kelamaan semakin kurus karena kurang nafsu makan dan akhirnya burung itu akan mati.

B.Diarrhae atau gangguan Usus
Penyakit ini sangat popular bagi peternak parkit, kalau petrnak telaten membersihkan kandang penyakit ini tidak banyak menimbulkan kerugian. Tanda-tanda penyakit ini adalah gerakan burung lamban, bertengger dengan badan mengkerut, Buku berdiri, mata sayu serta dubur penuh kotoran (mencret).

Penyakit mencret ini disebabkan karena keadaan kandang yang terlalu kotor/lembab atau makanan yang kwalitasnya jelek dan tempat minum yang kotor. Karena keadaan ini maka bakteri pun mudah termakan oleh burung parkit sehingga pebcernaan parkit ini terganggu.
Dalam penyembuhan penyakit ini perlu ketlatenan karena biasanya burung yang terkena mencret sembuhnya lama bahkan terkadang burung bisa mati. Burung yang mencret sebaiknya ditangkap dan dipisahkan dari sangkar agar tidak menular ke burung yang lain. Sendirikan burung dalam sangkar kecil, kering, bersih dan hangat kemudian beri pil norit 1/4 bagian. Pada air minumnya dicampuri obat mencret yang biasa diberikan untuk unggas. Berikanlah pucuk daun nangka atau jambu obat ini merupakan resep tradisional yang cukup mujarap.
Untuk parkit yang belum terkena mencret usahakan mengurangi makanan tambahan terutama sayuran dan jagung muda. Bersihkan kandang dan tempat pakan/minum dengan rutin

C.Pilek
Penyakit ini sama popular dengan penyakit mencret, apabila peternak kurang cepat menanganinya akan cepat sekali menular dan banyak membawa kematian. Tanda-tandanya adalah hidung berlendir, gerakannya lamban, nafsu makan kurang, bulu berdiri, biasanya kepala disembunyikan diobawah pangkal sayap.

D.Rabun
Rabun adalah penyakit gangguan mata yang menyebabkan berkurang patau rusaknya penglihatan burung parkit. Tanda-tandanya adalah burung murung, apabila terbang sering nabrak, nafsu makan berkurang.

E.Bubul
Penyakit ini disebabkan oleh binatang-binatang kecil yang ada di dalam sangkar yang membentuk sarang berupa timbunan kapur dalam tubuh burung. Tanda-tanda penyakit ini adalah : pada tungkai, jari kaki, paruh, hidung dan sekitar mulut dipenuhi kapur yang membengkak. Penyakit ini disebabkan karena kandang kotor dan jarang dibersihkan.

F.Kaki Membuka
Penyakit kaki membuka adalah penyakit cacat kaki yang diderita sejak anak-anak burung masih dalam dekapan induknya. Tanda-tandanya : kaki membuka kesamping kanan atau kiri, burung tidak dapat berdiri normal.

G.Degeneratie
Sebenarnya ini buka merupakan penyakit akantetapi merupakan bawaan dari lahir. Misal jari kaki mengepal tidak dapat dibuka, tungkai bengkok, paruh bawah terlalu panjang, sayap tidak imbang, kaki terbuka. Hal itu disebabkan perkawinan sedarah menyebabkan keturunannya menjadi inteel atau degeneratie.

H.Vertigo
Penyakit ini lebih popular dikenal dengan penyakit ayan atau penyakit saraf, mengingat sarafnya yang terganggu. Ntanda-tandanya adalah kepala berputar-putar.

I.Meranggas
Meranggas atau rontok bulu merupakan hal yang wajar terjadi disetiap jenis unggas hal itu terjadi karena umur atau pengaruh musikan oleh penyakit, tanda-tandanya adalah rontok bulu yang berkepanjangan. Walaupun tidak menimbulkan dampak yang besar tapi penyakit ini juga mengganggu peternak parkit.

J.Stress.
Stress dapat diartikan sebagai banyak pikiran.Tidak hanya manusia,burung pun juga dapat stress.
Untuk mengatasi stres harap Anda perhatikan petunjuk-petunjuk sebagai berikut:

  1. Berilah alas kandang atau sangkar berupa kertas koran bekas agar kotoran yang lembap segera dapat terserap dan setiap hari diganti dengan kertas koran yang bersih.
  2. Pakan burung parkit adalah berupa biji-bijian berkulit karena suka menyisil (makan sambil mengupas biji). Burung ini paling suka pada millet, yaitu sebangsa jewawut yang agak besar berwarna putih. Millet ini sebagai sumber protein (nabati), karbohidrat, dan lemak.
  3. Berikan pula setiap hari jagung segar yang muda (masih dengan jonggolnya), kecambah (tauge) yang segar, atau kedua-duanya. Dapat pula diberikan sayuran segar yang lainnya karena kecuali sebagai sumber vitamin dan mineral pakan segar tersebut dimaksudkan pula sebagai sumber air.
  4. Burung parkit tidak perlu diberi minum khusus karena kebutuhannya telah dicukupi dari sayuran segar tadi.
  5. Apabila parkit diberi air minum khusus cenderung meminum berlebihan (sebentar-sebentar minum). Hal ini dapat menyebabkan kembung air (water bloating) dan ini merupakan titik awal timbulnya penyakit pencernaan seperti indisgesi dan regang lambung (distensia) yang dapat menyebabkan parkit tidak dapat makan dan mati.
  6. Bagi burung pakit yang diternakan, diperlukan kandang yang luas dan diberikan rumah-rumahan untuk bertelur dan mengeram atau untuk berdua-duaan. Parkit termasuk burung yang suka romantis dan bermain cinta dengan (mesra seperti burung merpati).

Sunday, March 24, 2013

Karakteristik burung parkit


pajangan burung parkit yang mati, tetapi tampak seperti masih hidup di dalam salah satu ruangannya. Inilah yang akhirnya mengundang berbagai kalangan, terutama para ahli di bidang perburungan.

Di antaranya adalah John Gould. Berawal dari sinilah sejarah parkit dibawa ke negeri Inggris.

Shaw, seorang penulis buku Zoologi of New Holland memberi nama burung mungil ini dengan sebutan Melopsittacus undulates. Melopsittacus berasal dari bahasa yunani, melos yang artinya nyanyian dan psittacua yang merupakan sebutan bagi kerabat burung betet. Sedangkan undulus dari bahasa latin yang berarti bercorak. Corak bergelombang inilah yang mungkin  dengan warna bulu burung parkit yang bermacam-macam.

Pada tahun 1850 perkembangan burung berparuh bengkok ini mulai sukses dibiakkan dikebun binatang Antwerpens, Belgia. Karena kecantikan warna bulu burung ini beberapa negara Eropa lainnya mulai ikutan mengimpor burung ini dalam jumlah yang besar. Akhirnya burung parkit sudah mulai dikembangbiakkan di mana-mana.


Burung parkit memiliki banyak varian warna dan kejelasan warna (bright and full color). Warna yang beragam ini hasil dari persilangan beberapa generasi sehingga menghasilkan warna baru. Warna kuning pada bulu burung parkit dihasilkan di Belgia pada tahun 1872 dan di Jerman pada tahun 1875 dengan warna yang sama. Berikutnya warna biru yang muncul pada tahun 1878. Dan tahun 1917 warna putih menyusul hingga tahun 1940 puncak keragaman warna bulu burung parkit ini. Burung warna putih polos sempat menduduki peringkat pertama soal harga karena jumlahnya yang sedikit.


Penyebaran yang luas menyebabkan burung ini mendapat banyak sebutan. Orang Belanda menyebutnya Undulated grass parkeet. Kalau orang Perancis memanggil dengan sebutan Perche Ondule. Sedangkan bangsa Jerman menggunakan nama Wellensittich.


Karakteristik Burung Parkit


Burung Parkit menyukai hidup berkoloni dan Mudah beradaptasi serta sangat mudah menyesuaikan di dalam kandang penangkaran. Burung parkit termasuk burung yang bisa jinak.

Biasa di alam bebas parkit berkembang biak pada bulan Oktober – Desember. Bila musim kawin sang jantan biasanya menyanyi dengan nada rayuan untuk memikat betinanya. Hingga pada saat saling ada kecocokan maka perkawinan akan segera berlangsung.
Burung inipun dikenal sangat setia dengan pasangannya. Bila si betina sedang aktif bertelur maka si jantan akan menunggu di luar sambil bersiul menghibur sekaligus akan mengusir apabila ada pengganggu mendekati sarangnya.
Manfaat yang bisa diambil dari Burung Parkit adalah keindahan warna bulu dan Suara, sehingga tujuan pemeliharaannya adalah untuk hoby atau kesenangan.

Reproduksi dan perkembangbiakkan burung parkit


Ciri-ciri Burung Parkit jantan dan betina. Parkit jantan berwarna biru yang kuat atau keunguan lembayung pada bagian hidung sedangkan betina berwarna putih atau biru tipis. Kepala jantan berbentuk bulat kompak dan lebih besar dibandingkan betina. Dengan demikian cara membedakan antara parkit jantan dengan betina, adalah tinggal melihat  hidungnya saja, dimana parkit  jantan warna hidungnya agak kebiru-biruan dan posturnya agak sedikit lebih besar, sedangkan yang betina .
Anak burung parkit yang baru keluar dari cangkang telurnya berbobot rata-rata 2,35 gram dengan kondisi mata masih terpejam. Setelah umur sembilan hari barulah matanya terbuka.

Setelah umur 30 hari barulah anak burung parkit mulai siap meninggalkan sarangnya untuk belajar terbang. Namun meski sudah mulai terbang, sang induk biasanya masih menyuapinya hingga umur 40 hari. Setelah umur 40 hari tersebut biasanya persiapan induk untuk perkawinan generasi yang baru akan dilakukan.
Anak parkit mulai matang kelaminnya untuk melakukan perkawinan setelah berumur 90 hari. Si jantan yang cukup umur akan segera memikat betinanya dengan siulan mautnya untuk menjadi pasangan yang akan mengembangbiakan keturunannya.
Proses penjodohan dilakukan sebelum pasangan ditempatkan di kandangnya masing-masing. Proses penjodohan hampir sama dengan lovebird. Burung parkit yang berjodoh ditandai dengan perilaku mereka yang saling berdekatan dan saling menyuap. Parkit jantan akan lebih banyak mengeluarkan suara berisik jika sudah menemukan pasangan. Kalau pasangan tidak menjodoh biasanya saling menjauh, maka secepatnya diganti pasangannya.
Setelah terlihat menjodoh, setiap pasangan dipisahkan untuk dimasukkan ke kandang produksi untuk melakukan aktivitas bertelur. Berat telur parkit berkisar 2,5 gram/butir dengan jumlah telur rata-rata 6 butir/pasangan parkit. Di dalam kandang harus sudah tersedia box sebagai tempat betina bersarang. Sebaiknya box atau kotak sarang harus seimbang dengan jumlah pasangan burung parkit.
Lama pengeraman dalam waktu kurang lebih 19 hari. Waktu menetas umumnya tidak bersamaan sehingga banyak anakan yang lahir terakhir menjadi cacat kakinya terinjak oleh anak burung yang lahir lebih dahulu.

Labels